Visiting Professor FEB Universitas Narotama Hadirkan Akademisi Kelas Dunia, Perkuat Wawasan Global Mahasiswa Magister Manajemen
09 Juli 2026, 10:07:21 Dilihat: 169x
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas internasional melalui penyelenggaraan Visiting Professor yang digelar pada Jumat, 3 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi agenda akademik rutin Program Studi Magister Manajemen (MM) tersebut menghadirkan dua akademisi terkemuka, yakni Prof. Dr. Rossanto Dwi Handoyo, S.E., M.Si., Ph.D. dari Universitas Airlangga dan Dr. Erialdi Bin Syahrial dari University of Malaya, Malaysia.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Narotama, Dr. Agus Sukoco, S.T., M.M, menjelaskan bahwa Visiting Professor merupakan program akademik yang secara konsisten diselenggarakan untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui interaksi langsung dengan akademisi dari perguruan tinggi terkemuka, baik di dalam maupun luar negeri.
"Selain memperoleh pembelajaran dari dosen-dosen Universitas Narotama, mahasiswa juga mendapatkan perspektif baru dari para profesor dan akademisi yang memiliki pengalaman internasional sehingga wawasan mereka semakin luas," ujarnya.
Kegiatan yang diikuti 106 peserta secara luring dan daring tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa Magister Manajemen angkatan 2025.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Erialdi Bin Syahrial membawakan materi bertajuk "Transforming Supply Chain and Logistic Operation: Lesson from Japan's Circular Economy for ASEAN Country", sedangkan Prof. Rossanto Dwi Handoyo menyampaikan materi mengenai International Trading and Strategic Business.
Menurut Dr. Agus Sukoco, kehadiran Dr. Erialdi menjadi nilai tambah tersendiri karena berasal dari University of Malaya, perguruan tinggi terbaik di Malaysia yang masuk jajaran 60 besar universitas terbaik dunia berdasarkan pemeringkatan QS World University Rankings. Selain itu, pengalaman akademik Dr. Erialdi yang menempuh pendidikan doktoral di Jepang membuat materi yang disampaikan tidak hanya berbasis teori, tetapi juga didukung pengalaman nyata mengenai sistem rantai pasok dan logistik di negara tersebut.
"Mahasiswa mendapatkan ilmu langsung dari akademisi yang mengalami sendiri bagaimana sistem supply chain dan logistik di Jepang berjalan. Ini memberikan wawasan yang jauh lebih aplikatif dibandingkan hanya mempelajari teori di dalam kelas," jelasnya.
Dr. Agus Sukoco menambahkan, tema yang diangkat pada Visiting Professor kali ini juga berbeda dari kegiatan sebelumnya. Jika selama ini materi lebih banyak membahas bidang human resource management, pemasaran, maupun keuangan, kali ini mahasiswa memperoleh wawasan baru mengenai supply chain dan logistik internasional, bidang yang semakin penting dalam perkembangan ekonomi global.
Dalam paparannya, Dr. Erialdi menjelaskan bagaimana perusahaan multinasional mengelola rantai pasok agar ketersediaan bahan baku tetap terjaga tanpa menyebabkan penumpukan persediaan maupun keterlambatan distribusi. Pengelolaan logistik yang efektif menjadi faktor penting agar proses produksi tidak terhenti sekaligus mampu menekan biaya penyimpanan.
Sementara itu, Prof. Rossanto Dwi Handoyo mengulas strategi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar ekspor. Berdasarkan pengalaman panjangnya sebagai konsultan ekspor di Jawa Timur, ia memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi UMKM sekaligus menawarkan model pemetaan strategi yang menghubungkan kesiapan pelaku usaha, dukungan pemerintah, serta peluang pasar internasional.
Salah satu sesi yang paling menarik terjadi saat diskusi berlangsung. Menurut Dr. Agus Sukoco, antusiasme mahasiswa sangat tinggi sehingga jadwal kegiatan harus diperpanjang karena banyaknya pertanyaan dari peserta.
"Menurut saya, ini merupakan Visiting Professor dengan respons mahasiswa yang paling baik. karena diskusi berlangsung sangat aktif akhirnya kegiatan harus diperpanjang waktunya," ungkapnya.
Salah satu pertanyaan yang banyak mendapat perhatian adalah mengenai alasan UMKM Indonesia perlu melakukan ekspor meskipun pasar domestik sangat besar. Menanggapi hal tersebut, Prof. Rossanto menjelaskan bahwa pasar internasional menawarkan potensi keuntungan yang jauh lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan daya saing dan pertumbuhan usaha nasional.
Di sisi lain, materi mengenai supply chain juga memunculkan ketertarikan mahasiswa, khususnya peserta yang memiliki pengalaman bekerja di perusahaan kawasan berikat yang berorientasi ekspor. Diskusi tersebut membuka perspektif baru mengenai pentingnya pengelolaan rantai pasok dalam mendukung industri berskala internasional.
Dr. Agus Sukoco juga mengungkapkan bahwa para narasumber memberikan apresiasi terhadap Universitas Narotama. Salah satunya disampaikan oleh Prof. Rossanto yang menilai keberhasilan Narotama menghadirkan pembicara dari University of Malaya merupakan pencapaian yang membanggakan karena tidak mudah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi kelas dunia yang memiliki standar dan persyaratan tinggi.
"Proses menghadirkan akademisi dari universitas besar memang penuh tantangan karena persyaratannya cukup banyak. Namun hasilnya sangat sepadan karena mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas internasional," katanya.
Sebagai bagian dari internasionalisasi pendidikan, Program Studi Magister Manajemen secara rutin menyelenggarakan Visiting Professor satu hingga dua kali dalam setiap semester, Program serupa juga dilaksanakan pada jenjang sarjana.
Ke depan, FEB Universitas Narotama juga terus memperluas jejaring internasional dengan menjajaki kerja sama bersama perguruan tinggi dari berbagai negara, salah satunya adalah Uzbekistan.
Menutup wawancara, Dr. Agus Sukoco mengajak masyarakat, khususnya para praktisi dan akademisi, untuk bergabung di Program Studi Magister Manajemen FEB Universitas Narotama.
"Kami memiliki komitmen menghadirkan pembelajaran bertaraf internasional. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman, wawasan global, dan pemahaman terhadap budaya akademik dari berbagai negara. Jika ingin berkembang, belajarlah kepada orang-orang terbaik agar pola pikir dan kualitas diri ikut meningkat," pesannya.
Melalui penyelenggaraan Visiting Professor secara berkelanjutan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Narotama terus memperkuat kualitas pendidikan tinggi yang berorientasi global sekaligus mempersiapkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan mampu menghadapi tantangan dunia bisnis internasional.